Iron Dome Kebobolan! Rudal Iran Hantam Kawasan Nuklir Dimona, 175 Orang Terluka

Iron Dome Kebobolan! Rudal Iran Hantam Kawasan Nuklir Dimona, 175 Orang Terluka

Sistem pertahanan udara kebanggaan Israel, Iron Dome, dilaporkan gagal membendung rentetan rudal balistik Iran yang menghujam kawasan strategis Dimona dan kota Arad di Gurun Negev, Sabtu malam.

Serangan ini menjadi tamparan keras bagi militer Zionis karena menghantam wilayah yang dikenal sebagai lokasi fasilitas penelitian dan reaktor nuklir utama Israel.

Hantaman dua rudal balistik Iran di permukiman penduduk Dimona dan Arad mengakibatkan sedikitnya 175 orang terluka, dengan 10 di antaranya dalam kondisi kritis. Ledakan hebat tersebut dilaporkan menghancurkan sejumlah bangunan tempat tinggal dan kendaraan warga di sekitar lokasi terdampak.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) merilis rekaman pangkalan bawah tanah mereka yang menyimpan ratusan rudal siap luncur. Iran memamerkan kekuatan militer dengan senjata mutakhir seperti rudal Sayat 3, rudal balistik Sejjil, hingga rudal hipersonik Fatah 2 yang mampu melesat di atas Mach 15 dengan jangkauan 1.500 km.

Selain rudal, Iran juga meluncurkan serangan drone ofensif yang menyasar lokasi industri kedirgantaraan Israel (IAI) di dekat pangkalan udara Ben Gurion serta unit pengintaian Amerika Serikat di Pangkalan Udara Pangeran Sultan.

Di tengah kekacauan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu muncul di publik untuk meninjau langsung kerusakan di Dimona. Kehadiran ini sekaligus mematahkan rumor yang beredar di media sosial bahwa dirinya tewas akibat serangan tersebut.

Netanyahu menginstruksikan warga untuk tetap waspada dan segera masuk ke bunker perlindungan jika sirene kembali berbunyi.

“Kami memastikan bunker-bunker di seluruh penjuru Israel siap melindungi warga. Saya meminta masyarakat untuk disiplin mengikuti arahan keamanan,” tegas Netanyahu.

Ketegangan tidak hanya berhenti di Israel Selatan. Militer Israel justru meningkatkan intensitas serangan ke Lebanon dengan menghancurkan jembatan utama di Sungai Litani dan meratakan desa-desa perbatasan. Pola ini disebut-sebut menyerupai strategi pembersihan di jalur Gaza.

Presiden Lebanon, Michel Aoun, mengecam keras tindakan tersebut yang dianggap memutus jalur logistik kemanusiaan dan menghancurkan infrastruktur sipil vital. Hingga berita ini diturunkan, pusat komando Amerika Serikat (CENTCOM) belum memberikan komentar resmi terkait serangan drone yang menyasar unit pengintaian mereka.***

x

Check Also

AI Jadi Senjata Baru Perang Modern, AS Mampu Serang 1.000 Target dalam Sekejap

Perang modern memasuki babak baru setelah Amerika Serikat dilaporkan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai komponen utama dalam operasi ...